mencari sekolah

belum genap anakku berusia dua tahun, tapi aku sudah gemes ingin menyekolahkana…sebenarna bukan agar anakku bisa pintar baca tulis r berhitung r pintar secara akademis ( gak lha, ya…d’Rauf kan belum genap dua tahun )…tapi aku ingin anakku bisa bersosialisasi dengan teman – teman seumurana…maklum d’Rauf anak satu – satuna…tempat tinggalna pun masih terbilang daerah luar kota yang belum berpenduduk padat…kanan kiri tempat tinggalku tuh masih tanah kosong yang dihuni pohon – pohon tinggi n rumput – rumput liar…tapi suasanana masih asik, udarana masih fresh banget…kalau pagi masih bisa mencium bau embun…musikna pun masih alami, berupa kicauan burung n katak n binatang – binatang malam…

sebenarna dari sekitar rumah d’Rauf sudah bisa belajar banyak…lewat alam…dia sudah terbiasa mengajak bicara ayam n anak – anakna…dengan angsa n burung piaraana…lucu deh kalau d’Rauf sedang minta maaf dengan mereka…bahkan pohon pun suka diminta maaf olehna…atau lebih seru lagi kalau d’Rauf jalan n terhalang oleh sebuah batu, dengan sopana dia akan bilang “maap poon, dede mau lewat dulu…”

pikir – pikir kasihan juga kalau hari – harina hanya berada disekitar pagar rumah…lagipula bukankah d’Rauf harus tahu bahwa diluar sana ada banyak anak – anak…bukan hanya dia didunia ini…karena itu aku semangat browsing sana-i untuk mencari sekolah yang terbaik untukna…ikut free trial gratisan sana-i…akhirna..?…gak ada satupun yang aku daftarkan…bukan apa – apa…setelah ditelaah lagi dengan kebiasaana ternyata sepertina d’Rauf  belum siap deh untuk sekolah…pertama banget, jadwal bangun n bobo siangna belum benar – benar teratur…kedua, moodna juga belum bisa diprediksikan…maklum masih menyusui…so berdasarkan pikir – pikir tersebut, akhirna gak jadi deh menyekolahkan d’Rauf disekolah – sekolah itu…kan sayang kalau sudah bayar mahal – mahal ternyata d’Raufna sering gak masuk…

walhasil, setelah timbang sana-i n semangat yang menggebu untuk mensosialisaikan d’Rauf, aku mendaftarkana di PAUD terdekat…karena setelah aku pelajari, programna cukup oke kok…tapi untuk d’Rauf, karena umurna juga sebenarna belum layak untuk masuk PAUD, aku minta sedikit kelonggaran…aku jelaskan pada para pengajarna bahwa aku memasukkana sekolah bukan untuk mengejar akademis tapi untuk bersosialisasi…jadi aku minta maaf  kalau mungkin d’Rauf tidak bisa masuk secara penuh selama empat hari dalam seminggu pelajaran…atau tiba – tiba merajuk minta pulang karena mengantuk r bete…

alhamdullilah…sepertina d’Rauf oke – oke saja dihari pertama sekolah…

mudah – mudahan saja apa yang telah aku lakukan ini merupakan suatu langkah yang bermanfaat untuk masa depana kelak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s